Kamis, 20 Oktober 2011

HUB DAN SWITCH 
By: Doni Purnawi Hardiyanto 97613

Jaringan komputer berkembang dengan sangat cepat. Salah satu pemicunya adalah kebutuhan untuk berbagi pakai alat (device) maupun data baik pada lokasi yang sama ataupun lokasi yang berbeda Jaringan komputer yang berada pada lokasi yang sama dengan jarak yang tidak jauh disebut dengan jaringan komputer local (LAN). Topologi yang biasa digunakan pada jaringan lokal ini adalah topologi star. Ini berarti dibutuhkan satu alat tambahan yang disebut dengan hub atau switch (Lammle, 2004).
Hub ialah perangkat jaringan yang sederhana. Hub tidak mengatur alur jalannya data di jaringan, jadi setiap packet data yang melewati Hub akan dikirim (broadcast) ke semua port yang ada hingga packet data tersebut sampai ke tujuan. Hal tersebut dapat membuat hub menjadi collisions dan memperlambat jaringan. (Hub juga sering dikenal dengan nama repeater).



Switch ialah sebuah perangkat keras yang memungkinkan terjadinya distribusi packet data antar komputer dalam jaringan dan mampu untuk mengenali topologi jaringan di banyak layer sehingga packet data dapat langsung sampai ke tujuan.


Switch dan Hub sebenarnya memiliki fungsi yang sama, karena dengan menggunakan salah satu diantaranya kita tetap bisa membuat Jaringan Komputer, tapi penggunaan Switch akan lebih cepat daripada Hub apalagi bila jaringan yang kita punya sangat besar.

Perbedaan HUB dan Switch
Perbedaan Hub dan Switch terletak dari bagaimana packet data  / informasi yang dikirim kepada mereka diproses. Ketika data masuk atau datang ke Hub, Hub akan mengambil data tersebut dan akan mentransmisikannya ke setiap komputer yang terhubung ke Jaringan.

Tetapi lain halnya dengan Switch, ia akan menerima data tersebut dan hanya akan mengirimkannya ke komputer yang berkepentingan menerima data tersebut.

Penggunaan Switch akan memotong penggunaan bandwith jaringan anda secara signifikan, terutama bila kita memiliki jaringan dengan banyak komputer dan semuanya sibuk untuk mengirim dan menerima data disaat bersamaan. Keunggulan switch yang lain ialah data akan lebih aman dari aksi pencurian data dengan cara sniffer.

Gambar. Cara kerja Switch
Percobaan ini meng-upload suatu file movie sebesar 66.540 KB (66 MB) dari notebook ke server ftp menggunakan software cuteFTP. Hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut:

HUB
Switch
Lama inisialisasi cuteFTP dari notebook ke server ftp
15 Detik
10 Detik
Lama transfer dari notebook ke server ftp
8 Detik
6 Detik
Kecepatan rata-rata transfer
827 byte/s
11.356.226 byte/s

Model OSI (Open System Interconnection)
OSI mengorganisir protokol komunikasi dengan tujuh layer. Setiap layer dapat menangani proses komunikasi secara proporsional. Ketujuh layer OSI tersebut adalah (Lammle, 2004) :
a. Layer Application.
    Layer ini merupakan layer teratas dalam susunan ketujuh layer OSI, sering disebut dengan layer 7. 
    Layer   ini menyediakan user interface dan layanan aplikasi.
b. Layer Presentation.
    Layer ini merupakan layer keenam dalam susunan ketujuh layer OSI. Layer
    ini bertugas untuk menyajikan data dengan menangani enkripsi data, kompresi, dan layanan penerjemah.
c. Layer Session.
    Layer ini merupakan layer kelima dalam susunan ketujuh layer OSI Layer ini menjaga agar data dari  
    masing-masing aplikasi tetap terpisah dan berfungsi sebagai dialog control. Ada tiga bentuk dialog:
    • Simplex
       Menangani transfer data satu arah saja.
    • Half-Duplex
      Menangani transfer data dua arah, dimana aliran data hanya satu arah pada satu saat.
    • Full-Duplex
       Menangani transfer data dua arah secara bersamaan dengan menyediakan saluran komunikasi yang  
       terpisah di setiap perangkat.
d. Layer Transport.
    Layer ini merupakan layer keempat dalam susunan ketujuh layer OSI. Layer ini menyediakan metode 
    pengiriman yang dapat diandalkan maupun tidak dan melakukan perbaikan kesalahan sebelum 
    pengiriman.
e. Layer Network.
    Layer ini merupakan layer ketiga dalam susunan ketujuh layer OSI. Layer ini menyediakan pengalamatan 
    secara logical yang digunakan oleh router untuk menentukan jalur.
f. Layer Data Link.
   Layer ini merupakan layer kedua dalam susunan ketujuh layer OSI. Layer ini menggabungkan paket 
   menjadi byte dan byte menjadi frame, menyediakan akses ke media menggunakan MAC address, dan 
   melakukan pendeteksian kesalahan tetapi tidak membetulkan kesalahan.
g. Layer Physical.
    Layer ini merupakan layer terbawah dalam susunan ketujuh layer OSI, sering disebut dengan layer 1.  
    Layer ini memindahkan bit antar alat, menspesifikasikan tegangan (volt), kecepatan kabel (wire speed), 
    dan susunan pin dalam kabel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar